http://irbob-sevenfold.blogspot.com/ | http://www.fashionhairstylestrends.blogspot.com/ | http://www.irbobcueg.blogspot.com/

22 Oktober 2010

Malam itu, 22 Oktober 2010. Aku bersiap-siap untuk bertemu dengannya. Ada sejuta tanda tanda tanya dan kekesalan di hatiku. Sudah seminggu dia berada di Jakarta, tapi baru malam 21 Oktober 2010 dia mengabariku lewat SMS, padahal biasanya dia selalu memintaku ke airport menunggu kedatangannya. Isi SMS-nya pun hanya menanyakan kabar ayahku yang sedang berada di rumah sakit (dia tahu dari offline message yang aku kirim beberapa hari sebelumnya). Tak ada satu katapun yang menanyakan tentang kabarku. Memang sejak Agustus 2010 hubungan kami sudah tidak baik lagi. Kami bertengkar lewat yahoo messenger dan SMS. Sejak itu dia menghilang. Hp selalu dimatikan, tidak pernah terlihat online, dan juga tidak membalas e-mail yang kutulis panjang lebar. Padahal sebelumnya kami selalu berkomuniasi setiap hari. Sepertinya memang dia benar-benar tersinggung dengan kata-kata dan asumsiku mengenai dirinya saat itu. Hey, aku punya alasan kenapa aku bisa berkata keras dan tajam. Semua ada sebabnya. Apalagi kalau bukan karena kebohongannya yang terungkap satu persatu oleh waktu. Tapi diawal bulan Oktober dia sempat meneleponku dan mengatakan bahwa kita harus take it easy dan akan bicara lebih lanjut saat dia tiba di Jakarta.

Malam itu, 22 Oktober 2010. Dia menungguku di pasar festival, kuningan. Setelah sekian lama tak bertemu (sekitar 7 bulan), aku merasakan betapa dia sudah jauh berubah. Hp tidak lagi di silent saat bersamaku. Bahkan seperti dengan sengaja dia ber-SMS ria dan menjawab setiap panggilan telepon masuk. Dulu, itu adalah hal yang tabu baginya! Saat bermain bowling pun dia kerap melewatkan gelindingan bolaku karena sibuk dengan hp-nya. Ah, aku benar-benar tak mengenalnya lagi… Aku merasa sudah tidak penting lagi di matanya.

Malam itu, 22 Oktober 2010. Setelah bermain bowling di pasar festival, kami dinner di salah satu restaurant Jepang di Setiabudi One. Sampai detik itu pun aku tak tahu dimana dia tinggal di Jakarta. Dia merahasiakannya dariku. Aku benar-benar merasa sudah bukan bagian dari hidupnya. Aku seperti orang lain, orang yang baru dikenalnya. Tak ada lagi pujian yang selalu dia berikan untukku. Bahkan tak ada komentar untuk bajuku seperti yang biasa dia lakukan. Semua kebiasaannya telah hilang. Semula kupikir itu hanya kekakuan setelah sekian lama tak bertemu. Biasanya kami bertemu tiap 3 bulan, tapi karena dia akan menetap di Indonesia (Jakarta & Bali) maka dia harus menyelesaikan banyak urusan di negaranya, Amerika, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk datang kesini.

Malam itu, 22 Oktober 2010. Akhirnya aku tahu apa yang diinginkannya. Dia ingin bebas. Dia ingin melepaskan komitmen sebagai kekasihku. Tapi juga dia berharap aku masih bisa “berteman” dengannya. Aku tidak terlalu terkejut dengan keinginannya. Toh aku sudah tak berharap banyak sejak peristiwa Agustus 2010. Aku masih ingat apa yang dia katakan, “We have no chemistry!” Aku hanya diam memandangi sepasang mata berwarna hazel itu dibalik kacamatanya dan hatiku berkata, "Oh yeah, so funny you are! You need 2 years to find out chemistry between us??"
Mungkin aku masih mau bertemu dengan dia lagi sebagai teman jika saja dia tidak bercerita bahwa seorang wanita yang pernah aku temui bersamanya di rumah sakit pada bulan Maret 2010 memintanya untuk menjadi kekasihnya. Saat itu, si wanita (yang diakuinya sebagai temannya) meminta uang padanya untuk biaya rumah sakit adiknya yang sedang terkena rabies karena digigit kucing. Aku sempat heran karena aku yang jadi pacarnya saja tidak pernah meminta uang padanya. Lalu kenapa wanita ini melakukannya? Dan dia dengan mudahnya mau menolong wanita itu. Aku tidak protes waktu itu karena aku tahu dia baik hati dan aku melihat adik wanita itu memang perlu untuk ditolong. 
"She convinced me to try a relationship..." Dengan terus terang dia berkata bahwa dia ingin mencoba dengan wanita itu. Rupanya dia hanya menghilang dariku selama ini, sesungguhnya dia selalu berkomunikasi dengan wanita itu secara intens sejak Maret 2010. Aku tak habis pikir, apa yang ada dalam otaknya. Dulu dia sering bercerita padaku bahwa wanita itu bukan wanita baik-baik. Dia kerap tidur dengan bule-bule untuk mendapatkan uang. Maka dia memberi kata “hati-hati” dibelakang nama wanita itu di hp-nya. Waktu aku tanya kenapa, dia bilang untuk mengingatkannya bahwa dia harus hati-hati terhadap wanita itu. Karena dia pandai merayu dan hanya ingin uang saja. Ternyata... dia sudah tidak berhati-hati lagi sekarang!

Malam itu, 22 Oktober 2010. Aku meninggalkannya tanpa kata didepan lobby Setiabudi One. Dan dia hanya memanggil tanpa berusaha mengejarku. Aku terus berjalan menjauhinya. Tanpa menoleh dan tanpa air mata. Hanya SMS yang kemudian aku kirimkan setelah itu, “I bet she will leave you when you can’t support her anymore. And I believe she will sleep with another guy again. It’s her character, can’t change! I don’t wanna see you again. Thanks for everything. I appreciate so much your kindness and all you have done to me. Have a happy life in Jakarta. God bless you.”

Malam itu, 22 Oktober 2010. Aku tiba di kostku jam 11 malam. Dan akhirnya... air mata itu tumpah juga. Kebersamaan selama 2 tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi tak ada lagi yang bisa kuperbuat. Masih terngiang di telingaku sewaktu dia berkata, "You are smart, independent, witty, and pretty too. You got a lot of attention from bule-bule. Don't you want to date them?"
(Sigh) Oh, you think if I dated them that would make me happy?? Dan aku mulai menghapus foto-fotonya dari hp-ku. MP3 dari notebook-ku berputar sampai pada lagu "Wild World" dari Mr. Big, salah satu band favoritku. Lalu terdengar Eric Martin, sang vokalis, menyanyikan bait-bait lagu itu...

Now that I've lost everything to you
You say you wanna start something new
And it's breaking my heart you're leaving
Baby I'm grieving...

But if you wanna leave take good care
Hope you make a lot of nice friends out there
Just remember there's
a lot of bad and beware!

* * * * *
Cerita selanjutnya bisa dibaca pada post 10 Detik Dalam Diam

Free Register Here Cpx24.com CPM Program