Gue emang nggak bisa marah sama elo. Sebenernya gue marah... marah banget! Tapi gue nggak pernah bisa ngungkapin kemarahan gue. Lo tau gue kan? Gue nggak bisa marah kayak orang-orang lain, apalagi kayak gaya marah elo! Gue cuma bisa nahan amarah gue. Meskipun elo udah bikin gue tersinggung setengah mati tapi gue nggak sampai hati mengucap kata-kata kasar ke elo. Sedangkan elo?? Elo kan gudangnya kata-kata kasar dan caci maki...
Gue harap elo udah baca SMS yang gue kirim ke elo. Delivery report status "Terkirim". Meski sampai saat ini elo nggak balas sama sekali. Nggak masalah! Ada 5 SMS yang gue kirim berturut-turut. Dan disitu gue tulis bahwa gue nggak suka sama sikap lo selama ini. Baru kali ini gue bilang terus terang ke elo. Gue nggak pernah ngomong karena gue tau elo cepat tersinggung. Elo nggak pernah bisa menerima kritikan. Elo selalu menganggap diri lo benar.
5 SMS itu gue tulis dengan kata-kata yang sopan. Karena gue masih mau jadi manusia yang beradab. Gue harap kata-kata yang gue tulis cukup bisa lo mengerti dan bisa bikin elo sadar untuk merubah sikap elo. Kalo elo mau dimengerti oleh orang lain, maka lo harus belajar dulu bagaimana mengerti orang lain. Kalo lo ingin orang lain menghormati lo, maka hormatilah orang lain. Bersikaplah yang santun dan jaga sikap.
Mungkin gue satu-satunya temen lo yang masih ada buat lo disaat semua teman-teman lo pergi menjauh. Hanya karena gue nggak bisa marah bukan berarti lo bisa seenaknya sama gue. Selama ini gue udah sangat bersabar dan memaklumi elo. Tapi malam itu elo udah bener-bener keterlaluan. Gue memang cuma menjawab beberapa kalimat tapi elo nggak tau kan apa yang gue rasain di hati gue??
Sekarang gue harus belajar tegas! Selama lo belum berubah gue nggak mau perduli sama elo. Jangan datang ke gue, jangan telepon gue, jangan SMS gue! Elo harus belajar menghadapi hidup sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Elo harus punya cita-cita dan mandiri. Semua orang punya masalah. Dan tiap masalah mengajari kita suatu kebaikan untuk hidup kita.
Gue sangat berharap lo bisa berfikir dewasa. Meski sekarang gue lebih memilih untuk jauh dari lo tapi gue selalu berdoa untuk kesuksesan lo. Semoga elo mau banyak belajar dari kegagalan lo. Gue bukan mau menggurui elo karena gue juga bukan manusia suci dan sempurna. Please berubahlah, bukan untuk gue tapi untuk diri dan hidup lo sendiri... Untuk kebaikan lo. See you...

