http://irbob-sevenfold.blogspot.com/ | http://www.fashionhairstylestrends.blogspot.com/ | http://www.irbobcueg.blogspot.com/
Showing posts with label style. Show all posts
Showing posts with label style. Show all posts

Bagaimana Berdandan Ala Harajuku

Desika Pemita

Liputan6.com, Tokyo:
 
Berdandan ala Harajuku merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri Anda, menampilkan gaya tersendiri dan sudah tentu menyenangkan. Harajuku style juga bisa dikatakan sebagai pop-culture yang sedang mendunia untuk saat ini.

Hal yang harus diperhatikan ketika anda berdandan ala Harajuku:

  1. Pilih gaya yang Anda sukai, biasanya yang                   menggambarkan tentang diri Anda. 
  2. Berpetualanglah dengan imajinasi anda dan kreatif dalam mengembangnkan gaya busana Anda. 
  3. Jangan takut untuk mencoba hal yang baru sampai Anda menemukan sesuatu yang cocok untuk dipakai   dengan gaya Harajuku Style.
  4. Modifikasi gaun dan rok, kemeja atau hal-hal lain yang dapat Anda kenakan.
  5. Berkreasi dengan menggunakan make up, mungkin Anda bisa menambahkan desain kecil untuk pipi Anda, yakni gambar hati di pipi, atau melukiskan goretan bekas luka, tergantung pada gaya yang akan Anda pakai.
  6. Nah selamat ber-Harajuku.(japantoday.com/DES/AYB)

READMORE...

Harajuku Style: Gaya Busana dari Jepang

Gaya Harajuku atau Harajuku Style bisa disebut sebagai over style. Gaya Harajuku atau Harajuku Style merupakan gaya menyeluruh (total), baik gaya rambut, gaya pakaian, kaos kaki, bahkan sepatu. Orang-orang akan melotot pada tata rambut, pakaian busana bernuansa gothic, cara berpakaian dalam anime (animasi kartun Jepang), berupa Sailor Moon, Final Fantasy atau anime-anime khas Jepang lainnya. Bersepatu boot super high heels juga bagian dari Harajuku Style. Keinginan berkreasi dengan gaya busana, gaya rambut, tata wajah ditampilkan sesuai dengan selera atau kehendak masing-masing dan semua itu hanya bisa kita lihat atau selami dalam dunia Harajuku Style atau Gaya Harajuku. Gadis – Gadis Harajuku Style – Gaya Harajuku di Kota Tokyo, Jepang Jika melihat sejarah perkembangannya, Harajuku adalah nama sebuah tempat yang sangat ramai di ibukota Jepanga, Tokyo. Tempat tersebut dipenuhi dengan banyak sekali took-toko yang menjual berbagai macam barang-barang untuk kebutuhan penampilan. Dimulai dari pakaian, aksesoris, sepatu hinggal alat-alat kecantikan muka dan masih banyak lagi, namun kesemuanya itu sangat kontras atau berbeda sekali dengan yang lazim kita pakai sehari-hari. Lebih dari 20 tahun yang lalu, Harajuku mulai terkenal di Jepang, perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit fashion dan aksesoris yang berbeda dengan style yang biasa di Jepang mulai mendominasi dan sekarang menjadi sebuah trend tersendiri di Kota Harajuku. Bagaimana dengan negeri kita ini, Indonesia? Berbagai sumber banyak menerangkan bahwa 4 tahun belakangan ini Gaya Harajuku atau Harajuku Style mulai kelihatan ramai diperbincangkan, terutama bagi kalangan anak-anak muda. Masyarakat Indonesia mulai mengetahuinya dari majalah-majalah, internet, artis-artis yang mereka lihat atau toko-toko aksesoris. Pernak-pernik untuk Gaya Harajuku kalau dulu sukar didapat, sekarang bisa dibilang mudah. Ada satu hal yang menjadi ciri khas dari Harajuku Style atau Gaya Harajuku ini, yaitu sama sekali tidak ada aturan, berani tampil beda, berani ber-eksperiment. Semakin khas atau unik semakin baik sekali. Orang-orang di Indonesia peminat Harajuku Style bisa dikatakan belum seperti Negara asalnya. Di Negara asalnya, Jepang, mereka yang penganut sejati Harajuku Style terkadang memakai sepatu yang berbeda antara kaki kanan dan kiri.
Source : http://sakuraharajuku.co.cc
READMORE...

GAYA HARAJUKU

Harajuku merupakan salah satu sentral street style di Jepang ang kini sangat menarik minat anak muda dunia, termasuk Indonesia. Namun Harajuku style tidak sebatas fenomena yang diadopsi oleh kalangan anak muda Indonesia, tetapi banyak permasalahan yang dapat diangkat menjadi topik penelitian yang meliputi sosial, budaya, gaya hidup, gaya busana bahkan estetikanya.

Gal sendiri itu adalah suatu sebutan untuk para cewe-cewe remaja Jepang yang berdandan atau memiliki penampilan yang HEBOH dan cara berpenampilan/berpakaian mereka sering disebut dengan ‘budaya nabrak’.
Pernah dengar tentang Harajuku Style? Inilah yang disebut dengan ‘budaya nabrak’ karena memang cara berpakaian mereka (Gal) tersebut memang ‘nabrak’ atau bahasa mudahnya tidak nyambung dari baju, celana, kaos kaki, sepatu, sampai hiasan rambut(biasanya rambut mereka dicat, entah itu pirang, merah, kuning, orange, sampai biru dan ungu) dan banyak sekali ‘aneh-aneh’ di rambutnya misalnya dikuncir 3, 4, 5-9…

Merasa familiar dengan rambut warna-warni ini..? Ya! Banyak sekali artis-artis di Indonesia yang suka ber-Harajuku Style.

Lainnya tentang Gal :
-mereka memakai bahasa yang sedikit berbeda dengan bahasa Jepang yang biasanya… mereka menggunakan bahasa yang ‘kurang sopan’ yang mereka ciptakan sendiri.
-biasanya mereka main/nongkrong dimana-mana, biasanya sih di pinggir-pinggir jalan(tp bkn gembel gt lho mksdnya..)
-mereka biasanya selalu bergerombol bersama teman-temannya.
-reputasi para Gal di Jepang itu sangat buruk di mata orang-orang ‘normal’ disana karena mereka biasanya para Gal itu adalah cewe-cewe yang tidak dterima di masyarakat.

Harajuku memang terkenal sebagai tempat “nongkrong” orang-orang yang stylish dan fashionable. Gaya Harajuku sendiri merupakan semacam street fashion atau fashion jalanan yang tidak mengenal peraturan.

Tampilan yang bertabrakan antara warna, corak, motif, ukuran, sampai jenis pakaian yang dipakai merupakan ciri khas fashion style yang satu ini. Harajuku style sebenarnya terbagi atas banyak subgaya seperti Lolita, Kogal, Gongaru, Cosplay, Yamanba, dan masih banyak lagi. Seperti apa sebenarnya gaya-gaya tersebut?

Lolita misalnya. Gaya ini mengadaptasi gaya boneka cantik dari Jepang dengan kulit putih pucat serta dandanan yang manis seperti boneka perempuan yang dijual di toko. Lolita terbagi menjadi beberapa macam gaya yaitu Gothic Lolita, Sweet Lolita, Classic Lolita, Punk Lolita, dan Wa Lolita. Semua style Lolita ini adalah untuk para wanita.

Sementara tidak mau kalah, para pria juga memiliki style Lolita yang diberi nama Ouji atau Kodona. Gothic Lolita orisinalnya melihat lagi ke masa lalu ketika pergerakan New Wave sedang hot-hot-nya di Inggris pada 80-an.

Gaya ini mencampur gaya boneka Lolita dengan gaya gothic yang terkenal “gelap”, dari make up yang gelap sampai baju serbahitam. Sementara gaya Punk Lolita juga mirip dengan gaya Gothic Lolita, hanya perbedaannya pada detailnya seperti gelang dan kalung paku-pakuan, gambar tengkorak sampai rambut mohawk.

Namun, karena style dasarnya ala boneka maka campuran warna gelap dengan warna feminin seperti pink atau ungu pun tak terhindarkan. Di Indonesia, penyanyi Agnes Monica serta duo Maia memiliki gaya berbusana yang mirip dengan gaya Gothic Lolita ini.

Sweet Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari manga atau komik Jepang yang merupakan fantasi anak-anak terhadap seorang Lolita. Maka jadilah gaya yang terlihat childish seperti ruffle yang tebal, sepatu platform dengan hak tinggi, rambut berkepang, pita besar sebagai aksesori dan lain-lain.

Warna-warnanya pun biasanya adalah warna-warna terang atau lembut yang girly sekali. Walaupun sepatu Sweet Lolita terlihat tebal dan tinggi, namun ternyata di antara gaya Lolita lainnya, sepatu yang dipakai Sweet Lolita masih tergolong rendah. Aksesori yang digunakan untuk pun tidak kalah “nyeleneh” seperti tas buah, gantungan kunci yang banyak, serta aksesori lain yang berwarna terang benderang.

Artis Indonesia yang identik dengan gaya ini adalah Pingkan Mambo, sementara artis internasional yang memiliki gaya manis seperti boneka ini adalah aktris veteran Shirley Temple serta penyanyi Gwen Stefani.

Classic Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari gaya-gaya yang populer pada abad pertengahan seperti gaya anggota kerajaan Marie Anttoinette dari Prancis ataupun gaya Juliet dari karya roman Romeo dan Juliet milik Shakespeare.

Lolita terakhir adalah Wa Lolita. Wa Lolita sendiri memadukan gaya busana tradisional Jepang yaitu Kimono dengan gaya Lolita modern. Sehingga wanita-wanita yang mengenakan gaya ini mirip seperti boneka Jepang yang sedang berjalan, lengkap dengan bakiaknya.

Nah, bagaimana dengan pria bergaya Lolita? Ternyata gaya mereka mengadaptasi dari gaya Victorian zaman dulu. Pria-pria ini juga mengenakan make-up. Hanya kadar ketebalannya saja yang berbeda.

Gaya Harajuku lainnya yang cukup populer termasuk di sini adalah Cosplay yang merupakan singkatan dari costume play, yaitu berperan sebagai karakter favorit dengan mengenakan kostum karakter tersebut.

Karakter yang diikuti biasanya adalah karakter hero ataupun penjahat seperti yang ada di anime atau film-film kartun Jepang, manga, sampai video games. Sebut saja gaya pakaian kartun Sailor Moon, Tuxedo Bertopeng, City Hunter, sampai tokoh Sora dari video games Kingdom Heart. Bahkan, anak-anak pun tak mau kalah lho.

Gaya Cosplay favorit yang mereka tiru kebanyakan adalah tokoh-tokoh kartun dari program anak Nickelodeon. Artis Indonesia yang sering meniru gaya Cosplay adalah anggota grup musik J-Rock.

Masih ada gaya Harajuku lain yang tidak kalah funky dan punya penggemar tersendiri. Gaya Kogal misalnya. Kogal yang juga mirip dengan gaya Gongaru ini sering juga disebut gaya Kogyaru. Sepatu boots bersol datar baik tinggi maupun rendah, rok supermini, make up supertebal, rambut warna-warni, kaus kaki tinggi yang mencapai atas lutut, sampai aksesori besar adalah peralatan yang dibutuhkan jika Anda ingin bergaya Kogal atau Kogyaru.


Source : (http://www.koleksiweb.com)
READMORE...

KOSTUM HARAJUKU

Gaya harajuku diambil dari sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR (Japan Railway) Harajuku, District Shibuya, Tokyo. Kawasan ini dikenal sebagai tempat ngumpulnya anak-anak muda Jepang.

Gaya harajuku mengedepankan gaya yang tidak biasa dan terkesan sangat aneh tetapi juga unik sekali. Dengan make up wajah yang sangat mencolok, model rambut yang tidak asimetris, pakaian mix and match yang terkesan tabrakan plus accesories dan segala pernak-perniknya.

Gaya harajuku kini telah digemari oleh anak remaja di berbagai negara karena gaya ini sangat menarik dan juga bernilai tinggi. Sebut saja salah satunya remaja di Indonesia, yang notabene memang paling demen ngikuti gaya dari luar. Dan tahun 2009 artis Indonesia yang pernah dinilai sangat kental dengan gaya Nipponnya mengenakan kostum harajuku adalah Maya Estianty dan Mulan Jamilah ketika kedua wanita-wanita cantik ini masih bersama tampil dalam satu panggung di bawah naungan Grup Ratu.

Untuk menyempurnakan penampilan bila ingin mengenakan kostum harajuku mau tidak mau, yah harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Karena kesempurnaan kostum harajuku banyak dipadu-padankan dengan tempelan atau stiker bergambar, peniti berwarna, rantai di dompet, tali sepatu / kaus kaki / pita-pita rambut yang berwarna-warni dan segala tetek bengek lainnya.

Inti dari fashion harajuku sendiri adalah si pemakai harus bisa memadukan warna atau model yang harus dikenakan. Dalam ilmu per-HARAJUKU-an…dikenal beberapa aliran yang membedakan kostum harajuku tersebut.

Apa sajakah itu ?
Gothic Lolita : Yang kebanyakan dipakai oleh kaum remaja dengan pola busana elegan, gothic, feminin dan menjadikan si pemakai bermotif Victoria.
Japanese Punks : Gaya berpakaian yang terinspirasi dari gerakan punk tahun 70an.
Cosplay : Berpenampilan layaknya seperti tokoh anime atau karakter game seperti Naruto dan Bokabon.
Decora : Mengenakan kostum dengan ciri khas warna-warna cerah dan nyentrik.
Wamono : Mengenakan kostum gabungan dengan Jepang dan Barat.

Source : (http://www.koleksiweb.com)
READMORE...

Warna-Warni Harajuku di Bandung

model baju harajukuBandung – Berbicara tentang gaya harajuku tak akan ada habisnya. Konsep berpakaian dengan gaya tabrak dari salah satu distrik di Jepang ini memang tetap memiliki penggemar tersendiri, tak terkecuali di Bandung.
Jika ingin lebih mengenal bagaimana pastinya gaya harajuku ini, kamu bisa datang ke Gonzo yang ada di Jalan Cihampelas 42 A atau ke Ohayou yang hanya terhalang satu toko dengan Gonzo.
Di kedua tempat ini gaya-gaya harajuku atau costplay bisa ditemukan. Ketika mengunjungi Gonzo misalnya, tampak manekin-manekin yang memakai gaun-gaun wanita harajuku yang ternyata disebut dengan lolita.
Lolita adalah gaya
berpakaian yang mengadaptasi gaya berpakaian boneka dari Jepang dengan
dandanan yang girlie, rok mini yang khas dengan sentuhan yang unik.
Ternyata lolita
juga memiliki banyak gaya dari mulai classic lolita, sweet lolita yang m
engadaptasi gaya wanita dalam komik Jepang atau manga, atau gothic
lolita yang sarat dengan nuansa serba hitam.
Keberagaman gaya harajuku memang lebih terlihat di Ohayou. Baik gaya
lolita maupun gaya laki-laki yang disebut ouji atau kodona. Di Ohayou, desain-desain yang ditampilkan tampak lebih berani menunjukan ke-harajukuannya. Tak tanggung-tanggung, beberapa produknya pun memang langsung didatangkan dari negeri asalnya harajuku, Jepang.
Didukung sepatu-sepatu bersol tebal atau boot dengan variasi nyentrik dan beragam warna, akan menambah lengkap gaya berharajuku. Sepatu-sepatu di Ohayou ini dijual dari mulai Rp 80 ribu sampai ratusan ribu. Tergantung ketebalan sol dan tentunya elemen pendukung pembuatan sepatu lainnya.
Dua toko ini pun menerima pesanan baju harajuku yang diinginkan. Untuk baju kisarannya tak jauh beda, tapi yang pasti di atas Rp 200 ribu. Bisa mendesain sendiri atau memilih model baju yang sudah ada.
Kalau di Jepang sana pakaian-pakaian ini dipakai untuk keseharian. Di Bandung, menurut Renny, pengelola Gonzo, para pemakainya memakai hanya masih sebatas even-even tertentu.
Ragam aksesoris yang mendukung gaya berharajuku pun disediakan di dua tempat ini dengan segala perniknya. Termasuk musik-musik Jepang yang mungkin akan menambah kuat aura gaya harajuku anda.
Tapi tak selalu harajuku, jika anda menyukai gaya-gaya tradisional, dua tempat ini juga menyediakan yukata atau kimono lengkap dengan obi, serta aksesoris lainnya.

Source : (http://www.timontius.com)
READMORE...

Dress Harajuku Style

G
aya pakaian Harajuku melibatkan pencampuran (Wrong) dan yang cocok dengan mode dan gaya berbeda.perubahan mode Harajuku dan berkembang terus-menerus, kadang-kadang mencampur pakaian tradisional Jepang seperti kimono dan sandal geta dengan gaya lainnya.Semuanya dari punk, goth untuk pakaian perancang dapat dicampur dan tidak cocok dengan aksesoris berwarna-warni untuk menciptakan gaya yang unik dan individual.

Dress Harajuku Style
Meskipun baru-baru ini kebanyakan merek menjadi lebih menonjol, tapi namayk pula yang dibuat dari pakaian bekas dan melakukannya sendiri, adalah dasar dari fashion harajuku. dengan model rok berbunga serta disematkan pita dengan sudut hemline Jika Anda memiliki bakat ambilah beberapa kemudian ambil gunting dan peralatan menjahit dan membuat pakaian dan toko Anda sendiri..


READMORE...

Cosplay

Cosplay Style
Cosplay merupakan singkatan dari Costume Play. Ini adalah subkultur Jepang berdasarkan yang berpakaian seperti karakter dari manga, anime, dan permainan video. Istilah cosplay diucapkan "kosupure" dalam bahasa Jepang.

Di Jepang, "cosplay" sebagai hobi. Cosplay bisa dilihat di acara-acara publik Pertunjukan serta di acata-acara cosplay lainnya.
Di tempat-tempat lain seperti di distrik Harajuku di Tokyo tidak biasa bagi remaja Jepang untuk berkumpul dengan teman-teman di tempat-tempat seperti untuk terlibat dalam cosplay.

Tokyo distrik Akihabara berisi sejumlah besar kafe cosplay, katering untuk anime setia dan penggemar cosplay. Pelayan di tempat seperti itu biasanya berpakaian sebagai pelayan (atau meido ).
Mungkin acara cosplaying terbesar di Jepang adalah di pasar doujinshi semesteran, Comic Market. Acara ini, diselenggarakan di musim dingin dan musim panas menarik ribuan manga.
READMORE...

Ganguro Style

Ganguro Style
Ganguro fashion muncul pertama kali sekitar awal 90an di Jepang dan memuncak sekitar tahun 2000. Ganguro fashion banyak di gandrungi oleh anak muda terutama oleh wanita-wanita muda usia 20-an. Gayanya sebdiri terdiri dari warna cokelat yang mendalam dikombinasikan dengan rambut yang dicat berupa nuansa warna abu-abu, perak berbagai lainnya. gadis Ganguro juga memakai lipstik berwarna putih dan eye shadow. Concealer putih juga sering digunakan untuk keduanya. Tinta hitam sering digunakan sebagai salah satu eyeliner bersama dengan bulu mata palsu dan permata wajah (plastik) dan bubuk mutiara.

Pakaian Gaya Ganguro mengenakan pakaian berwarna cerah termasuk rok mini, sarung tie-dicelup, cincin, kalung dan gelang. 
Ganguro diyakini dimulai sebagai ajang balas dendam terhadap norma tradisional dalam masyarakat Jepang seperti kecantikan feminin yang kolot. Peneliti Jepang Banyak yang percaya bahwa pemberontakan terhadap masyarakat Jepang adalah karena kebencian yang diabaikan.

Salah satu gadis Ganguro yang paling terkenal sebagai Buriteri - bernama black soy sauce. Egg Magazine membuatnya terkenal setelah terus-menerus dipertunjukkan foto2-nya di headline majalah tersebut. budaya Ganguro bahkan berkembang dengan gayanya sendiri. 

Kogal gadis biasa "pamer" apa yang mereka miliki melalui mode yang mereka pakai, pengaruh terhadap musik dan aktivitas sosial mereka secara umum. fashion Kogal adalah mirip dengan matahari kecokelatan California Valley Girl.

fashion Kogal juga mirip dengan Ganguro meskipun dua tidak boleh bingung. gadis Kogal desainer aksesori olahraga seperti tas louis Vuitton dan seringkali konsumen pertama ponsel jepang. gadis Kogal dapat mengambil bagian dalam "kencan", yang beberapa anggap sebagai kuasi-hukum prostitusi . penggunaan internet kata telah menyebabkan sebagian orang Barat percaya bahwa "Kogal" berarti "pelacur". 






READMORE...

Kawaii & Decora

Kawaii berarti "cute" atau "cantik telah menjadi. Aspek utama dari kebudayaan Jepang, hiburan, makanan, pakaian, mainan, penampilan pribadi dan perilaku. Fashion Kawaii umumnya berhubungan dengan seseorang yang memakai pakaian yang tampak dibuat untuk anak-anak muda atau pakaian yang menonjolkan kelucuan individu mengenakan pakaian Ruffles dan. warna pastel atau terang, dan beberapa aksesoris biasanya termasuk mainan atau tas yang menampilkan karakter anime. 

Decora juga dikenal sebagai "Dekorasi" adalah gaya jepang yang diadopsi terutama oleh gadis-gadis jepang muda. Decora terdiri dari warna-warna cerah dan klip rambut dengan busur. Banyak aksesoris layering dan berwarna-warni digunakan dalam hiasan. Aksesoris termasuk mainan plastik dan berbulu dan perhiasan, yang menempel bersama dan membuat kebisingan sebagai pemakainya bergerak.
Gaya kadang-kadang keliru  oleh orang-orang yang bukan dari Jepang. 
READMORE...

Gothic Lolita

Gothic Lolita
Gothic Lolita atau Lolita adalah fashion anak muda di kalangan remaja Jepang dan wanita muda.Elegant Gothic Lolita (EGL) mengacu pada gaya berenda, yang mengacak-acak gaun selutut dan kepala dll Elegant Gothic Aristokrat (EGA) mengacu pada sesuatu yang lebih halus dan yang terdiri dari gaun panjang dan jas.

Gothic Lolita sering juga kita pakaian kita lihat sangat gelap atau sangat kawaii (cute) lihat gambar - ditunjukkan oleh Baby Shine The Bright Stars. Ada berbagai jenis Lolitas di Jepang, namun EGA sangat jarang dan dengan gaya biasanya hanya individu. 

Majalah Gothic Lolita yang paling populer adalah publikasi Jepang bernama called The Gothic and Lolita Bible. Lolitas berduyun-duyun ke taman Yoyogi di Harajuku di akhir pekan untuk memamerkan fashon mereka. 

GothLolis membuat tampilan mereka dengan mengkombinasikan (atau berbagai corak pastel dan putih untuk melihat "manis" Loli Gothic) hitam dan putih. Seringkali, mini atau gaun selutut berenda dengan aksen crinoline dan renda, rincian corseting dan tambahan pita. Aksesori juga merupakan bagian utama dari tampilan: topi kecil dipakai untuk satu sisi dengan renda pita yang diikat di bawah dagu, atau topi, boneka atau, payung, pakaian berjumbai tinggi atau kaus kaki yang tinggi, buram atau stocking jala, yg berjumbai putih celemek, dan chokers dengan daya tarik cemerlang, laba-laba, ceri, atau tengkorak. Tas tangan dan apa mereka membawa koper bergulir berkisar antara bermotif untuk hatboxes untuk gaya tas Kelly. Lolitas Goth Kebanyakan menyukai high-end Vivienne Westwood (nya "Rocking Horse" kayu platform Mary Janes dan sepatu yang sangat sort sesudah) dan Jean Paul Gaultier label serta banyak Jepang. 
READMORE...

Mode Visual Kei

Mode Visual Kei
Visual Kei mengacu pada gaya musisi rock Jepang (Jrock) dan ditandai dengan gaya khas menggunakan kostum rumit, eksentrik, penampilan dan gaya rambut. Tampilan Visual Kei biasanya melibatkan make-up yang mencolok,

The "kei" di Visual Kei adalah gaya jepang tertentu, yang berarti "visual gaya musik " mulai dari Musik tahun delapan puluhan, rock gothic, serta pernak-pernik berat yang biasa dipakai anak punk serta beberapa paduan dari ketiganya. Terlahir dari Kebanyakan band indie yang tidak banyak membuat label besar seperti Malice Mizer, Raphael, & Dir En Grey.

Visual Kei telah mempengaruhi gaya busana Harajuku, terutama mereka yang berkumpul di Jingu Bashi - sebuah jembatan penyeberangan yang menghubungkan distrik Harajuku dan ramai dengan Meiji Shrine. 

Di jembatan, Anda bisa menemukan cosplayers Visual Kei (orang-orang berpakaian seperti musisi favorit mereka) dan mereka subkultur yang dikenal sebagai Gothic Lolita yang berdasarkan pada mode Lolita. Seringkali penggemar band tersebut juga akan bergaya untuk konser mereka, dan acara lain di mana mereka akan terlihat oleh orang lain yang menikmati pertunjukan Visual Kei. 

Musik adalah kekuatan utama dalam penciptaan Fashion Visual Kei. Hal ini persis seperti kedengarannya - Rock musik dan efek visual incorporatesmany dan beberapa kostum mencolok untuk mempertinggi gaya musik dan pertunjukan. Visual Kei dimulai pada tahun 1980 dan menjadi populer pada 1990-an .Para penggemar mode Visual Key ini hampir semuanya wanita. mereka berdandan seperti anggota band favorit mereka (cosplay) serta ada juga laki-laki yang yang memakai make up dan memiliki gaya rambut gila-gilaan berpakaian androgynously atau sebagai perempuan (biasanya, semakin feminin bintang rock, dan para penggemar akan mencoba untuk menirunya). 

READMORE...

How to wear Harajuku Style

  • 1) Be creative
  • 2) Be theatrical
  • 3) Mix and match
  • 4) Look cute
  • 5) Have a sense of humour
  • 6) Be confident wearing clothes that mix genres and influences
  • 7) Be confident wearing clothes that have weird shapes
  • 8) If you go for bright colours, make sure you have unusual, fun contrasts
  • 9) If you wear make-up, wear it black
  • 10) Be confident in your chosen look, period
  • 11) Above all, be stylish!
READMORE...

Japan Fashion The Kogal Style

Kogals (コギャル kogyaru, lit. "small/child girl") are a subculture of girls and young women in urban Japan, one of several types of so-called gals. They are characterized by conspicuously displaying their disposable incomes through unique tastes in fashion, music, and social activity. In general, the kogal "look" roughly approximates a sun-tanned California Valley girl, and indeed, the similarities between the two extend to the linguistic, for both subcultures have derived entire sets of slang terms (コギャル語 "ko-gyaru-go"). Kogals are not to be confused with the ganguro subculture, although they are similar.

Kogals are known for wearing platform boots, a miniskirt, copious amounts of makeup, hair coloring (usually blond), artificial suntans, and designer accessories. If in school uniform, the look typically includes skirts pinned very high and loose socks (large baggy socks that go up to the knee). Kogals' busy social lives and desire for new material goods leads them to be among the first consumers of Japanese cell phone technology, and their taste in clothes tends toward names such as Burberry scarves and Louis Vuitton handbags. Kogals spend much of their free time (and their father's income) shopping, and their culture centers around the Shibuya district of Tokyo, in particular the 109 building, although any major Japanese city is sure to have at least a small population. During the summer, kogals may sometimes be seen at the beach. They are generally not seen in high-end department stores.

Critics of the Kogal subculture decry its materialism as reflecting a larger psychological or spiritual emptiness in modern Japanese life. Some kogals support their lifestyle with allowances from wealthy parents, living a "freeter" or "parasite single" existence that grates against traditional principles of duty and industry. A small minority appear in pornography to finance their habits. More may engage in the practice of "compensated dating", or enjo kōsai, which may at times border on quasi-legal prostitution. Internet-based usage of this term has led some Western observers to the mistake of believing that "kogal" means "prostitute".

The kogal phenomenon emerged in the mid-1990s and its effects can still be seen today in its numerous off-shoots of sub-categories, although conservative tastes in dress and hair color seem to be on the upswing. Interestingly enough, the Gothic Lolita aesthetic has been described as a reaction to the kogal look.

The term's etymology is disputed: the most common theory is that it was derived from the Japanese word for "high school", kōkō (高校), although others claim that it comes from ko (子), the Japanese word for "girl" or "child". The "gal" originates from English.

Daily Bike Sexy Babe Girls | Find Auto Parts | Web Design Template | New Nokia Phone

READMORE...

Japanese Fashion a Gothic Lolita Style

Gothic Lolita or "GothLoli" (ゴスロリ, gosurori; sometimes alternatively "Loli-Goth") is a youth fashion among Japanese teenagers and young women. It emphasizes Victorian-style girl's clothing and often aims to imitate the look of Victorian porcelain dolls. Gothloli's name and origin is a combination of lolita fashion—appearing deliberately cute to the point of looking childish—and certain styles found within gothic fashion. The style started as a youth subculture sometime around 1997-98 and became a well-established genre available in various boutiques and some major department stores by around 2001. Some observers consider it a reaction to the "Kogal" aesthetic.

Gothic Lolita is one of the subcategories of the Lolita look. Other categories include "Classic Lolita" (more traditional, light-coloured, also more mature-looking) and "Sweet Lolita" (childish pastel-coloured clothes, lots of lace and ribbons).

Gothic Lolita was influenced and popularised by the imagery of more feminine Visual Kei (or "visual rock") bands. Visual Kei is a Japanese form of rock music defined by bands featuring performers in elaborate costumes but whose musical style varies. Mana, the cross dressing former leader and guitarist of the Visual Kei band Malice Mizer is widely credited for having helped popularise Gothic Lolita. He coined the terms "Elegant Gothic Lolita" (EGL) and "Elegant Gothic Aristocrat" (EGA) to describe the style of his own fashion label Moi-même-Moitié, which was founded in 1999 and quickly established itself as one of the most coveted brands of the Gothic Lolita scene.

Gothic Lolita - The style
Goken Lolita style is usually a combination of black and white, often black with white lace and typically decorated with ribbons and lace trims. Skirts are knee length and may have a crinoline or petticoat to add volume. As in mainstream Japanese fashion, over-knee socks or stockings are extremely popular. Black fishnet stockings and white or black tights are also common. Shoes or boots with high heels - though not usually stiletto heels - such as Mary Janes, complete the look. Frilly, ruffled or lace-trimmed Victorian blouses are also popular especially with "EGL" types, who may also favour long skirts and jackets rather than the overtly "childish" designs of typical gothloli's. Apart from the occasional shortness of skirts, designs are usually modest, sometimes with long lace-capped sleeves.

Some additions may include an Alice in Wonderland-style apron, tiny top hats, parasols, lace gloves, and lace headpieces. Mostly black or white, headgear might consist of a headband with ruffles, ribbons, lace or bows. Sometimes even bonnets are worn. Hair may be curled to complete the porcelain doll look. The naturally dark Japanese hair color may be lightened to blonde or kept black. Some may choose to wear wigs as well.

Makeup is used sparingly and is seen more often with EGL styles than with other gothloli styles. Black eyeliner is typical. A pale complexion is preferred, so white foundation might be used. Red or black lipstick is seen but lighter makeup is the rule.

Goken Lolita outfits may be accessorized with other props like conspicuous pocketbooks, hatboxes, handbags and other bags, sometimes in the shape of bats, coffins, and crucifixes. Teddy bears and other stuffed animals are also common, and some brands make special "goken" teddy bears out of black leather or PVC. Also, many Goken Lolita own Super Dollfies and carry them around.
"Lolita"

Although "Lolita" is a reference to Vladimir Nabokov's famous novel, and GothLoli is often worn by teens, most followers of the style do not consider it overtly sexual. Adherents present themselves as Victorian children or baby dolls and prefer to look "cute" rather than "sexy". Many Lolitas claim that the term 'lolita' doesn't necessarily have anything to do with sex at all. The usage of the word may also be considered wasei-eigo.

Japanese culture places a higher value upon extremely youthful appearance and behaviour than Western, and some adult women buy large amounts of products, such as Hello Kitty goods, that are typically marketed only to children in the West. GothLoli is perhaps a more visible extension of this phenomenon.
Goth Loli culture

In Japan it is mass-marketed and has wide visibility particularly in the streets of Tokyo and Osaka, on television, in manga (see Paradise Kiss by Ai Yazawa for an example of gothloli inspired manga) and computer games. Outside of Japan it is still a fringe fashion although it has slowly begun to spread to other countries. Gothic Lolita, along with Cosplay and other Japanese cultural phenomena, can sometimes be seen at concerts and anime conventions throughout Europe and the United States. The style has not yet been mass marketed outside of Japan. However, there are plenty of dedicated fans filling the gap. Gothic Lolita magazines are widely available for purchase on the internet and at Japanese bookstores, which also deal in anime and manga. Adherents in Europe and the United States often sew their own homemade Gothic Lolita outfits, sometimes offering them for sale to make up for the difficulty of acquiring them from Japan.

Gothic Lolita in the West
Many Goth girls in the west, have borrowed from the Japanese goth loli style, and have created a market for this style of clothing (particulary in online auctions). Americas Tokyopop recently comissioned, along with performer Courtney Love (who is not goth/goth loli herself, but is a former Japanese resident) an original manga in the goth loli style, called Princess Ai. This was the first (at least publicised) Japan/West goth loli collaboration.
Gothic & Lolita Bible

One magazine in particular, the irregularly published Gothic & Lolita Bible, has played an instrumental role in promoting and standardizing the style. The 100+ page magazine includes fashion tips, photos, sewing patterns, catalog descriptions, decorating ideas, and even recipes.
Gothic Lolita - Shopping

Currently the heart of the Gothic Lolita subculture, at least commercially, is the Marui Young department store in Shinjuku, after its predecessor Marui One closed at the end of August 2004. This large youth-fashion oriented department store has 4 floors entirely devoted to Gothloli and related fashions.
Crossover with Goth

"Gothloli" as a fashion is not as strongly associated with a particular style of music or outside interests as goth, and individual followers of Gothloli fashion may listen to a wide variety of music including regular Japanese pop.

In Japan, Goth is a very minor subculture with few followers, partly because the emphasis upon visual identity in Japanese youth culture makes other factors such as music and literature less important signifiers and perhaps partly because Christianity and Germanic culture are not integral parts of society. In Japan, people who have heard the term "Goth" usually assume that it refers to "Gothic Lolita", except for the Goths themselves, who strongly emphasize the differences. (Likewise, some western observers incorrectly assume that "Gothloli" is the Japanese version of "Goth".)

However, due to the popularity of Gothloli from around 2001–2004 and its continued acceptance by many young girls, Goth nightclubs and events increasingly include Gothic Lolita elements in order to attract more customers. Thus many Japanese "Goth Clubs" will also feature a guest DJ playing J-pop and Visual Kei music, tea and cakes in the chill-out room, doll decorations, and other items designed to appeal to the Gothloli sense of European nostalgia.

Anime and Manga
Due to the popularity of this cute style with many fans of Japanese animation and comics, characters dressed in the "Gothloli" style may be found in numerous anime and manga. Some of the most prominent are Paradise Kiss, Le Portrait de Petit Cossette, Rozen Maiden, Tsukuyomi - Moon Phase, Othello, Chobits, xxxHOLiC, and Pitaten. Most of these titles appeal primarily to male fans rather than the gothlolis themselves. However, large numbers of gothloli girls are visible at manga events such as comiket. They often buy doujinshi based upon their favourite bands, dolls and movie characters; and some are interested in other kinds of cosplay apart from goth loli style.

Movies
The main character in Shimotsuma Monogatari (or Kamikaze Girls as it is known in the English language release) dressed in the "Gothloli" style.

Daily Bike Sexy Babe Girls | Find Auto Parts | Web Design Template | New Nokia Phone

READMORE...

Japan Fashion Style Wannabe




READMORE...

Harajuku and the Meiji Jingu Shrine

Untuk pemuda budaya Jepang - "keren" dan "lucu" - Harajuku, sebelah utara Shibuya, adalah nomor satu modis, menyenangkan, yg bertingkah aneh, konyol, gila "boks" untuk "santai saja". Come along on a Sunday and you'll see it all! Datang pada hari Minggu dan Anda akan melihat semuanya!

Gadis Harajuku
Harajuku first burst onto the scene in 1964 - the Olympic year. Harajuku meledak pertama ke tempat kejadian pada tahun 1964 - tahun Olimpiade. With the Olympic gymnasium and village located nearby, the prospect of meeting somebody famous in the street drew people from far and wide. Dengan gimnasium Olimpiade dan desa yang terletak di dekatnya, prospek seseorang pertemuan terkenal di jalan menarik orang-orang dari jauh dan luas. Today, the area includes Takshita Street, Meiji Dori Avenue and Omotesando Dori Avenue. Today, area termasuk Takshita Street, Meiji Dori Omotesando Dori Avenue dan Avenue.
Takeshita Dori Street is opposite the Takeshita Dori Exit of Harajuku Station. Takeshita Dori Street adalah sebaliknya Takeshita Dori Keluar dari Harajuku Station. Here, shops sell a most extraordinary blend of goods reflecting the Japanese notions of "cute", "cool and American" and "rebellious and British". Di sini, toko menjual paling luar biasa campuran barang mencerminkan gagasan Jepang "pemberontak dan Inggris" "lucu", "keren dan Amerika" dan. In other words a strange mixture of Hello Kitty, hip-hop and the infamous British punk. Dengan kata lain campuran yang aneh dari Hello Kitty, hip hop dan punk Inggris terkenal. As for the shoppers? Sedangkan untuk pembeli? Well, any form of fancy dress goes. Nah, segala bentuk fancy dress pergi.
Takeshita Dori
Takeshita Dori Entrance Takeshita Dori Masuk

Turn right at the bottom of Takshita Dori Street, walk along Meiji Dori Avenue as far the crossroads, then turn left into Omotesando Dori Avenue. Belok kanan di bagian bawah Takshita Dori Street, berjalan di sepanjang Meiji Dori Avenue sejauh persimpangan jalan, lalu belok kiri ke Omotesando Dori Avenue.
On a Sunday, Omotesando Dori Avenue is littered with street performers. Pada hari Minggu, Omotesando Dori Avenue dipenuhi dengan artis jalanan. Look out for the resident Rockerbilly Group. Carilah penduduk Rockerbilly Group. Timing is certainly amiss, but quiffs rise high. Waktu adalah tentu salah, tapi quiffs bertingkat. So together with the two men in suits who lose most of their day talking to pink bunnies, it's certainly a curiosity. Jadi bersama dengan dua laki-laki berjas yang kehilangan hampir sepanjang hari mereka berbicara dengan kelinci merah muda, sudah pasti rasa ingin tahu. At the end of Omotesando Dori Avenue, you'll find Aoyama, a stylish area full of expensive shops and boutiques. Pada akhir Omotesando Dori Avenue, Anda akan menemukan Aoyama, kawasan gaya penuh toko-toko dan butik mahal.
For yet more Sunday street entertainment head up to Yoyogi Park. Untuk jalan pusat hiburan namun lebih Minggu sampai dengan Yoyogi Park. It's close to Harajuku Station. Itu dekat dengan Stasiun Harajuku. The NHK Broadcasting Plaza is just opposite. The Plaza NHK Broadcasting justru sebaliknya. A quick five minute walk over the plaza and you'll be in Shibuya. Sebuah lima menit berjalan cepat di atas alun-alun dan Anda akan di Shibuya. READMORE...

Free Register Here Cpx24.com CPM Program